Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Novan adalah seorang anak yang terlahir di keluarga preman. Kehidupan yang liar bahkan ia jalani mulai dari kelas 6 bangku sekolah dasar. Singkat cerita, ia kemudian menjadi seorang gembong narkoba yang cukup ditakuti.
“Saya lahir dari keluarga preman. Saya tinggal dengan kakek saya sedangkan kakek saya ini penjual minuman keras. Saya pun mulai terpengaruh dengan kehidupan yang seperti itu. Setiap hari saya melihat kehidupan berkelahi, mabuk-mabukan dan itu sangat mempengaruhi kehidupan saya,” ujar Novan membuka kesaksiannya.
Kemudian Novan pindah ke daerah Cengkareng. Tapi hal ini pun tidak menjadi solusi bagi Novan karena kembali ia dipertemukan dengan orang-orang yang memiliki gaya hidup tidak jauh berbeda dengan di tempat kakeknya. Sejak kelas 6 SD, Novan sudah mulai aktif main ke diskotik Lipstik di daerah Blok M. Sejak kelas 6 SD pula Novan sudah mengenal dunia narkoba.
Latar belakang keluarga yang broken home dan juga pengaruh lingkungan yang kuat membawa Novan ke dalam kehidupan jalanan yang keras. Ditambah lagi Novan bersekolah di sekolah STM yang terkenal sebagai sekolah biang onar di Jakarta. Sering kali Novan terlibat tawuran antar pelajar di Jakarta. Dan ia selalu mengambil posisi paling depan. Setelah melukai beberapa orang, Novan pun langsung berlalu. Sehingga teman-temannya yang selalu berurusan dengan polisi, namun namanya cukup terkenal di antara pelajar tawuran tersebut.
Perbuatan kriminal yang dilakukan oleh Novan berlanjut hingga ia dewasa. Dimulai dengan menjadi bandar narkoba di sekolahnya sampai melakukan tindakan kriminal di bis-bis umum menuju bandara. Kehidupan kost yang terpisah dari pengawasan orang dewasa membuat Novan semakin bebas. Setiap hari yang dikerjakannya hanyalah mencari uang dengan membajak bis demi bis. Dengan lima orang komplotannya, mereka pun beraksi di jalan-jalan. Seorang temannya mengancam supir dengan senjata tajam, yang seorang mengancam kenek bis dan tiga lainnya beroperasi merampas harta milik para penumpang bis. Novan menjadi pemimpin dalam tindakan kriminal ini. Kalau ada yang melawan, tak segan-segan Novan dan teman-temannya mengancam korbannya dengan senjata tajam.
Novan selalu membawa senjata tajam kemana pun ia pergi. Novan terkenal di antara teman-temannya sangat pintar memainkan pisau lipat. Bahkan banyak temannya yang mendatangi Novan hanya untuk belajar bagaimana menusuk orang dengan baik, yang tidak akan mendatangkan kematian bagi korban mereka.
Hidup dalam dunia kriminal membawa Novan lebih jauh menjadi bandar besar narkoba. Setelah tamat dari sekolah STM-nya, Novan mulai menjadi bandar yang cukup besar di Jakarta. Daerah operasinya ada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Namun kemudian temannya menawarkan Novan untuk mengembangkan bisnis narkobanya ke Bandung karena konsumennya lebih menjanjikan. Akhirnya Novan membuka cabangnya di Bandung namun ia tetap mengkonsentrasikan dirinya di Jakarta. Novan menjadi bandar yang besar juga di Bandung. Karena semua pengedar mengatakan kalau barangnya sedang tidak ada, cukup datang ke teman-teman Novan di Bandung. Karena memang ayah Novan adalah bandar narkoba yang sangat besar, sehingga sangat mudah bagi Novan menyediakan narkoba berapapun jumlahnya. Bedanya Novan dengan bandar yang lain tentu saja Novan tidak akan pernah kehabisan stok narkoba, berbeda dengan bandar narkoba lainnya di Bandung.
Penghasilan yang didapatkan Novan saat itu cukup besar. Dalam sebulan Novan bisa mendapatkan minimal 10 juta rupiah, namun kalau sedang ramai bisa lebih dari 30 juta. Novan sendiri menggaji teman-temannya setiap minggunya minimal 300 ribu.
Di Bandung sendiri Novan mengontrak tiga tempat. Yang pertama khusus untuk tempat transaksi, yang kedua tempat khusus untuk teman-teman Novan bertemu dengan para pengedar di Bandung. Tempat terakhir adalah rumah khusus bagi Novan dan lima orang teman kepercayaan Novan. Tidak ada seorangpun yang mengetahui tempat ini selain mereka sendiri.
Setiap hari Novan harus kucing-kucingan dengan polisi. Kalau polisi sedang mencari di daerah B, Novan dan teman-temannya pasti sudah ada di daerah C. Novan sudah mempelajari gerak-gerik polisi dengan teliti sehingga Novan selalu berada selangkah di depan polisi, selalu berada di daerah yang belum dijangkau aparat negara tersebut.
Kehidupan sebagai bandar narkoba membuat Novan merasa hidupnya tidak tenang. Hingga suatu ketika, suatu peristiwa mengubah hidupnya. Di tahun 1999, Novan memutuskan untuk pulang ke rumahnya setiap hari Jumat hanya untuk ke gereja. Namun setelah pulang dari gereja, Novan kembali ke Bandung dan menjalani bisnis narkobanya. Meskipun khotbah-khotbah yang dibawakan pendeta tidak masuk ke hatinya, namun ada satu kata yang benar-benar menusuk hatinya. Pada dasarnya Novan senang berbuat baik, namun pendeta di gerejanya pada waktu itu mengatakan bahwa segala perbuatan baik yang manusia lakukan akan sia-sia kalau manusia itu masih tetap berada di dalam kejahatan.
Sepanjang jalan ke Bandung, Novan terus merenungkan kata-kata itu. Pergumulan di hatinya pun mulai terjadi, karena Novan menyadari bahwa perbuatan baiknya itu ternyata sia-sia. Novan mulai membaca Alkitab. Dan hari Selasa setelah mendengar khotbah itu, pada tanggal 6 April 1999, tepat jam 12 malam, Novan gelisah dan ia tidak mengerti sebabnya. Akhirnya Novan berdoa dan ia berkata, “Tuhan, saya kommit saya mau tinggalkan ini semua, tapi saya minta satu hal, tolong bantu saya Tuhan.”
Akhirnya dengan komitmen yang baru, Novan meninggalkan semuanya dan mulai menikmati hidup. Hidup rasanya benar-benar plong. Hidup tanpa kejahatan sudah hilang, topeng itu terbuka semuanya dengan sendirinya.
“Kebaikan Tuhan tidak dapat diungkapkan satu persatu, karena memang kebaikan-Nya sungguh tidak ternilai. Saya merasakan kalau Tuhan sudah merapikan hidup saya yang sudah hancur, seperti gelas yang sudah pecah berantakan, namun Tuhan bisa merapikan seperti semula. Dulu saya ini sampah bagi orang-orang, semua orang menghina saya dan kemana pun saya pergi, banyak musuh yang ingin mencelakakan saya. Teman-teman saya pun banyak yang takut jalan sama saya karena banyaknya musuh saya. Tapi sekarang saya benar-benar menikmati hidup saya. Saya bebas pergi kemana pun. Kalau dulu saya memimpin di kejahatan, sekarang Tuhan ijinkan saya memimpin di kerohanian,” ujar Novan menutup kesaksiannya
ILMU DAN AGAMA
1.
Apakah Ilmu itu ?
Ilmu
merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab, masdar dari ‘alima – ya’lamu yang
berarti tahu atau mengetahui. Dalam bahasa Inggeris Ilmu biasanya dipadankan dengan kata science, sedang pengetahuan dengan knowledge. Dalam
bahasa Indonesia kata science umumnya diartikan Ilmu tapi sering juga diartikan
dengan Ilmu Pengetahuan, meskipun secara konseptual mengacu paada makna yang
sama. Untuk lebih memahami pengertian Ilmu (science) di bawah ini akan
dikemukakan beberapa pengertian :
“Ilmu adalah pengetahuan tentang
sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu
yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu dibidang
(pengetahuan) itu (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
“Science is knowledge arranged in a system, especially
obtained by observation and testing of fact (And English reader’s dictionary)
“Science is a systematized knowledge obtained by
study, observation, experiment” (Webster’s super New School and Office
Dictionary)
Dari pengertian di atas nampak bahwa Ilmu
memang mengandung arti pengetahuan, tapi pengetahuan dengan ciri-ciri
khusus yaitu yang tersusun secara sistematis atau menurut Moh Hatta (1954 : 5)
“Pengetahuan yang didapat dengan jalan keterangan disebut Ilmu”.
Ilmu pengetahuan adalah suatu sistem pengetahuan
dari berbagai pengetahuan, mengenai suatu lapangan pengalaman tertentu, yang
disusun sedemikian rupa menurut asas-asas tertentu, hingga menjadi kesatuan
atau sistem dari berbagai pengetahuan. James menjelaskan, ilmu pengetahuan
adalah rangkaian konsep dan kerangka konseptual yang saling berkaitan dan telah
berkembang sebagai hasil percobaan dan pengamatan. Ilmu pengetahuan tidak dipahami
sebagai pencarian kepastian, melainkan sebagai penyeledikan yang berkesinambungan.
Ilmu pengetahuan juga bisa merupakan upaya menyingkap realitas secara tepat
dengan merumuskan objek material dan objek formal.Upaya penyingkapan realitas dengan memakai
dua perumusan tersebut adakalanya menggunakan rasio dan empiris atau mensintesikan
keduanya sebagai ukuran sebuah kebenaran (kebenaran ilmiah). Penyingkapan ilmu
pengetahuan ini telah banyak mengungkap rahasia alam semesta dan
mengeksploitasinya untuk kepentingan manusia. Dewasa ini, ilmu pengetahuan yang
bercorak empiristik dengan metode kuantitatif (matematis) lebih dominan
menduduki dialektika kehidupan masyarakat. Hal ini besar kemungkinan karena
banyak dipengaruhi oleh perkembangan pemikiran positivistiknya Auguste Comte
yang mengajukan tiga tahapan pembebasan ilmu pengetahuan. Pertama, menurut Auguste Comte ilmu
pengetahuan harus terlepas dari lingkungan teologik yang bersifat mistis.
Kedua, ilmu pengetahuan harus bebas dari lingkungan metafisik yang bersifat
abstrak. Ketiga, ilmu pengetahuan harus menemukan otonominya sendiri dalam
lingkungan positifistik.
2.
Kedudukan Ilmu Menurut Islam
Ilmu menempati kedudukan yang sangat penting dalam ajaran islam ,
hal ini terlihat dari banyaknya ayat AL qur’an yang memandang orang berilmu
dalam posisi yang tinggi dan mulya disamping hadis-hadis nabi yang banyak
memberi dorongan bagi umatnya untuk terus menuntut ilmu.
Didalam Al qur’an , kata ilmu dan kata-kata jadianya di gunakan
lebih dari 780 kali , ini bermakna bahwa ajaran Islam sebagaimana tercermin
dari AL qur’ansangat kental dengan nuansa nuansa yang berkaitan dengan ilmu,
sehingga dapat menjadi ciri penting dariagama
Islam sebagamana dikemukakan oleh Dr Mahadi Ghulsyani9(1995;; 39) sebagai
berikut ;
‘’Salah satu ciri yang membedakan Islam dengan
yang lainnya adalah penekanannya terhadap masalah ilmu (sains), Al quran dan Al
–sunah mengajak kaum muslim untuk mencari dan mendapatkan Ilmu dan kearifan
,serta menempatkan orang-orang yang berpengetahuan pada derajat tinggi’’
ALLAH
s.w.t berfirman dalam AL qur;’an surat AL Mujadalah ayat 11 yang artinya:
“ALLAH meninggikan baeberapa derajat
(tingkatan) orang-orang yang berirman diantara kamu dan orang-orang yang
berilmu (diberi ilmupengetahuan).dan ALLAH maha mengetahui apa yang kamu
kerjakan”
Ayat di atas dengan jelas menunjukan bahwa orang yang beriman dan berilmuakan menjadi memperoleh
kedudukan yang tinggi. Keimanan yang dimiliki seseorang akan menjadi pendorong
untuk menuntut ILmu ,dan Ilmu yang dimiliki seseorang akan membuat dia sadar
betapa kecilnya manusia dihadapan ALLAH ,sehingga akan tumbuh rasakepada ALLAH
bila melakukan hal-hal yang dilarangnya, hal inisejalan dengan fuirman ALLAH:
“sesungguhnya yang takut kepada allah diantara hamba –hambanya
hanyaklah ulama (orang berilmu) ; (surat faatir:28)
Disamping ayat –ayat Qur’an yang memposisikan Ilmu dan orang
berilmu sangat istimewa, AL qur’an juga mendorong umat islam untuk berdo’a agar ditambahi ilmu, seprti tercantum dalam
AL qur’an sursat Thaha ayayt 114 yang artinya “dan katakanlah, tuhanku
,tambahkanlah kepadaku ilmu penggetahuan “. dalam hubungan inilah konsep
membaca, sebagai salah satu wahana menambah ilmu ,menjadi sangat penting,dan
islam telah sejak awal menekeankan pentingnya membaca , sebagaimana terlihat
dari firman ALLah yang pertama diturunkan yaitu surat Al Alaq ayat 1sampai dengan ayat 5 yang artuinya:
1.
“Bacalah dengan meyebut nama tuhanmu yang menciptakan.
Dia
2.
Telah menciptakan Kamu dari segummpal darah .
3.
Bacalah,dan tuhanmulah yang paling pemurah.
4.
Yang mengajar (manusia ) dengan perantara kala
.
5.
Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak
diketahui.”
Ayat –ayat trersebut , jelas merupakan sumber motivasi bagi umat
islam untuk tidak pernah berhenti menuntut ilmu,untuk terus membaca ,sehingga posisi yang tinggi dihadapan ALLAH
akan tetap terjaga, yang berearti juga rasa takut kepeada ALLAH akan menjiwai
seluruh aktivitas kehidupan manusia untuk melakukan amal shaleh , dengan demikian nampak bahwa
keimanan yang dibarengi denga ilmu akan membuahkan amal ,sehingga Nurcholis
Madjd (1992: 130) meyebutkan bahwa keimanan dan amal perbuatan membentuk segi
tiga pola hidup yang kukuh ini seolah menengahi antara iman dan amal .
Di samping ayat –ayat AL qur”an, banyak nyajuga hadisyang
memberikan dorongan kuat untukmenuntut Ilmu antara lain hadis berikut yang dikutip
dari kitab jaami’u Ashogir (Jalaludin-Asuyuti, t. t :44 ) :
“Carilah ilmu walai sampai ke negri Cina
,karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagisetuap muslim’”(hadis riwayat
Baihaqi). “Carilah ilmu walau sampai ke negeri cina, karena sesungguhnya
menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim . sesungguhnya Malaikat akan
meletakan sayapnya bagi penuntut ilmu karena rela atas apa yang dia tuntut
“(hadist riwayat Ibnu Abdil Bar).
Dari hadist tersebut di atas , semakin jelas komitmen ajaran Islam
pada ilmu ,dimana menuntut ilmu menduduki posisi fardhu (wajib) bagi umat islam
tanpa mengenal batas wilayah.
3.
Hubungan Ilmu Pengetahuan Dengan Agama
Menurut
Muhammad Abduh, agama merupakan sebuah produk Tuhan. Tuhan juga mengajarkannya
kepada umat manusia, dan membimbing manusia untuk menjalankanya. Agama
merupakan alat untuk akal dan logika, bagi orang-orang yang ingin kabar gembira
dan sedih. agama menurut sebagian orang merupakan sesuatu hal yang menyangkut
hati; suatu hal yang sangat berarti; suatu hal yang menuntun jiwa untuk
menemukan keyakinan. Agama dengan eksistensinya telah membuatnya berbeda dengan
segala apa yang pernah ada, membuatnya berbeda dengan dengan segala yang pernah
dimiliki manusia. Agama membuat orang melakukan aktifitas yang harus
bersesuaian dengan apa yang diajarkannya, baik tuntunan itu berat ataupun
ringan. Agama menjadikan kehidupan manusia lebih teratur dalam kehidupannya,
karena segala dorongan dan keinginannya menjadi lebih terarah. Agama menjadi
pemimpin roh jiwa manusia. Ia juga berperan aktif membimbing manusia untuk
memahami ajaran-ajaranya. Diibaratkan seorang manusia layaknya seorang yang
berada diujung pedang, jika salah maka orang tersebut mati olehnya, tetapi
agama agama datang sebagai penyelamat. Apapun yang terjadi pada manusia, ia
tidak akan bisa terlepas dari agama. Sangat mustahil memisahkan kehidupan
manusia dari agama. Seperti halnya menghilangkan luka bekas operasi dari kulit
manusia.
Bagi
kalangan barat, agama adalah penghalang kemajuan. Oleh karena itu, mereka
beranggapan, jika ingin maju maka agama tidak boleh lagi mengatur hal-hal yang
berhubungan dengan dunia. Seorang Karl marx mengatakan bahwa agama adalah candu
masyarakat, candu merupakan zat yang dapat menimbulkan halusianasi yang membius.
Marks mendefinisikan bahwa setiap pemikiran tentang agama dan tuhan sangat
berbahaya bagi kehidupan manusia. sebagai seorang materialisme, Marks sama
sekali tidak percaya adanya Tuhan dan secara tegas ia ingin memerangi semua
agama. Dalam pernyataan Marks, sebenarnya yang dimaksud dengan candu masyarakat
merupakan kritik terhadap realitas yang tidak berpihak pada kaum lemah.
Misalnya orang yang sedang kelaparan hanya membutuhkan nasi atau sepotong roti
untuk mengisi perutnya, bukan membutuhkan siraman rohani ataupun khutbah yang
berisikan tentang kesabaran, namun tidak memperdulikan tentang realitas sosial
Dalam
pandangan saintis, agama dan ilmu pengetahuan mempunyai perbedaan. Bidang
kajian agama adalah metafisik, sedangkan bidang kajian sains / ilmu pengetahuan
adalah alam empiris. Sumber agama dari tuhan, sedangkan ilmu pengetahuan dari
alam.
Dari segi
tujuan, agama berfungsi sebagai pembimbing umat manusia agar hidup tenang dan
bahagia didunia dan di akhirat. Adapun sains / ilmu pengetahuan berfungsi sebagai
sarana mempermudah aktifitas manusia di dunia. Kebahagiaan di dunia, menurut
agama adalah persyaratan untuk mencapai kebahagaian di akhirat.
Menurut
Amstal, bahwa agama cenderung mengedepankan moralitas dan menjaga tradisi yang
sudah mapan, eksklusif dan subjektif. Sementara ilmu pengetahuan selalu mencari
yang baru, tidak terikat dengan etika, progesif, bersifat inklusif, dan
objektif. Meskipun keduanya memiliki perbedaan, juga memiliki kesamaan, yaitu
bertujuan memberi ketenangan. Agama memberikan ketenangan dari segi batin
karena ada janji kehidupan setelah mati, Sedangkan ilmu memberi ketenangan dan
sekaligus kemudahan bagi kehidupan di dunia. Misalnya,
Tsunami dalam Konteks agama adalah cobaan Tuhan dan sekaligus rancangan-Nya
tentang alam secara keseluruhan. Oleh karena itu, manusia harus bersabar atas
cobaan tersebut dan mencari hikmah yang terkandung dibalik Tsunami. Adapun
menurut ilmu pengetahuan, Tsunami terjadi akibat pergeseran lempengan bumi,
oleh karena itu para ilmuwan harus mencari ilmu pengetahuan untuk mendeteksi
kapan tsunami akan terjadi dan bahkan kalau perlu mencari cara mengatasinya.
Karekteristik
agama dan ilmu pengetahuan tidak selau harus dilihat dalam Konteks yang
berseberangan, tetapi juga perlu dipikirkan bagaimana keduanya bersinergi dalam
membantu kehidupan manusia yang lebih layak. Osman Bakar mengatakan bahwa
epistemology, metafisika, teologi dan psikologi memiliki peran penting dalam
mengembangkan intelektual untuk merumuskan berbagai hubungan konseptual agama
dan ilmu pengetahuan. Peran utamanya adalah memberikan rumusan-rumusan
konseptual kepada para ilmuan secara rasional yang bisa dibenarkan dengan
ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan untuk digunakan sebagai premis-premis
dari berbagai jenis sains. Misalnya kosmologi, dengan adanya kosmologi dapat
membantu meringankan dan mengkonseptualkan dasar-dasar ilmu pengetahuan seperti
fisika dan biologi.
Ilmu
pengetahuan yang dipahami dalam arti pendek sebagai pengetahuan objektif,
tersusun, dan teratur. Ilmu pengetahuan tidak dapat dipisahkan dari agama.
Sebut saja al-Quran, al-Quran merupakan sumber intelektualitas dan
spiritualitas. Ia merupakan sumber rujukan bagi agama dan segala pengembangan
ilmu pengetahuan. Ia merupakan sumber utama inspirasi pandangan orang islam tentang
keterpaduan ilmu pengetahuan dan agama. Manusia memperoleh pengetahuan dari
berbagai sumber dan melalui banyak cara dan jalan, tetapi semua pengetahuan
pada akhirnya berasal dari Tuhan. Dalam pandangan al-Quran, pengetahuan tentang
benda-benda menjadi mungkin karena Tuhan memberikan fasilitas yang dibutuhkan
untuk mengetahui. Para ahli filsafat dan ilmuan muslim berkeyakinan bahwa dalam
tindakan berpikir dan mengetahui, akal manusia mendapatkan pencerahan dari
Tuhan Yang Maha mengetahui sesuatu yang belum diketahui dan akan diketahui
dengan lantaran model dan metode bagaimana memperolehnya.
Al-Quran
bukanlah kitab ilmu pengetahuan, tetapi ia memberikan pengetahuan tentang
prinsip-prinsip ilmu pengetahuan yang selalu dihubungkan dengan pengetahuan
metafisik dan spiritual. Panggilan al-Quran untuk “membaca dengan Nama Tuhanmu”
telah dipahami dengan pengertian bahwa pencarian pengetahuan, termasuk
didalamnya pengetahuan ilmiah yang didasarkan pada pengetahuan tentang realitas
Tuhan. Hal ini dipertegas oleh Ibnu Sina yang menyatakan, Ilmu pengetahuan
disebut ilmu pengetahuan yang sejati jika menghubungkan pengetahuan tentang
dunia dengan pengetahuan Prinsip Tuhan.
Agama dan
ilmu pengetahuan memang berbeda metode yang digunakan, karena masing-masing
berbeda fungsinya. Dalam ilmu pengetahuan kita berusaha menemukan makna
pengalaman secara lahiriyah, sedangkan dalam agama lebih menekankan pengalaman
yang bersifat ruhaniah sehingga menumbuhkan kesadaran dan pengertian keagamaan
yang mendalam. Dalam beberapa hal, ini mungkin dapat dideskripsikan oleh ilmu
pengetahuan kita, tetapi tidak dapat diukur dan dinyatakan dengan rumus-rumus
ilmu pasti.
Sekalipun
demikian, ada satu hal yang sudah jelas, bahwa kehidupan jasmani dan rohani
tetap dikuasai oleh satu tata aturan hukum yang universal. Ini berarti, baik
agama maupun ilmu pengetahuan, yaitu Allah. Keduanya saling melengkapi dan
membantu manusia dalam bidangnya masing-masing dengan caranya sendiri.
Fungsi agama
dan ilmu pengetahuan dapat dikiaskan seperti hubungan mata dan mikroskop.
Mikroskop telah membantu indera mata kita yang terbatas, sehingga dapat melihat
bakteri-bakteri yang terlalu kecil untuk dilihat oleh mata telanjang. Demikian
pula benda langit yang sangat kecil dilihat dengan mata telanjang, ini bisa dibantu
dengan teleskop karena terlalu jauh. Demikian halnya dengan wahyu Ilahi, telah
membantu akal untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang diamati oleh indera. Jika ini
hanya dilakukan oleh akal maka akan menyesatkan manusia.
Mestinya, disamping mempersiapkan peserta didik untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, juga harus diimbangi oleh keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Peningkatan imtaq dilakukan untuk mengantisipasi dampak negatif dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini. Tetapi, tragisnya pendidikan agama yang diperoleh dari sekolah umum kurang memadai untuk jam pelajarannya.
Mestinya, disamping mempersiapkan peserta didik untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, juga harus diimbangi oleh keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Peningkatan imtaq dilakukan untuk mengantisipasi dampak negatif dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini. Tetapi, tragisnya pendidikan agama yang diperoleh dari sekolah umum kurang memadai untuk jam pelajarannya.
:MENJADI DOKTER BAGI DIRI SENDIRI
Pepatah latin,
men sana incorpore sano, kiranya tepat mengawali tulisan
ini. “Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat” menjadi
suatu sarana untuk mengukur kesehatan tubuh pada manusia. Kesehatan adalah
kebutuhan setiap manusia. Tubuh normal manusia sudah memiliki daya tahan yang
baik karena berfungsi untuk menghindari bakteri yang tidak cocok
untuk tubuh. Menurut salah seorang pakar mikrobiologi: “Ada tiga faktor
yang mempengaruhi kesehatan tubuh manusia yaitu hospes (manusia), agent
(bakteri), dan environment (lingkungan)’. Kesehatan tubuh manusia tercipta
ketika ketiga faktor tersebut seimbang. Seandainya saja salah
satu dari ketiga faktor tersebut tidak lengkap atau salah satunya mengalami
kerusakan, tubuh manusia akan mengalami sakit”
Betapa rapuhnya tubuh
manusia sehingga berbagai usaha mesti dilakukan untuk tetap menjaga
kesehatannya. Kesadaran akan arti penting dari kesehatan berarti
mencerminkan kehendak akan adanya kecintaan terhadap tubuh. Kecintaan yang
dimaksudkan adalah mau merawat, menjaga, serta menyayangi tubuh yang telah
diberikan oleh Tuhan. Hal ini akan terlihat jelas melalui perawatan
kesehatan yang terus terjaga. Seringkali, orang baru menyadari arti
kesehatan ketika sedang mengalami sakit. Kesibukan sehari-hari
sering kalimembuat kita mudah untuk melupakan betapa
pentingnya arti kesehatan. Memang, kesehatan bukanlah segala-galanya,
tetapi kita perlu juga menyadari bahwa segala-galanya menjadi tidak
akan berarti lagi jika tubuh kita tidak sehat.
Yang menjadi
persoalan saat-saat ini adalah adanya begitu banyak orang yang
mengalami sakit? Atas persoalan dasar tersebut, saya mencoba mengerucutkannya
dalam kehidupan para imam. Pertanyaan dasar yang coba saya
angkat adalah mengapa banyak imam yang sakit. Dalam tulisan ini,
saya ingin berbagi pengalaman, omong-omong tentang kesehatan para imam
(rohaniwan/wati). Pertanyaan tersebut tidak bermaksud menolak atau menghindari
realitas sakit yang dapat dialami oleh siapapun. Namun, saya mencoba
menggagas dan memberi informasi atas pertanyaan dasar mengapa banyak imam
kita yang sakit.
MENGAPA BANYAK IMAM KITA YANG SAKIT ?
Ada umat bertanya
kepada salah seorang imam, “Apakah ada syarat tes kesehatan yang harus
dipenuhi oleh seorang calon imam sebelum ia diterima
diSeminari Menengah?” “Tentu saja ada”, jawab imam itu. Pertanyaan
tersebut rupanya lahir dari suatu
kegelisahan atau fenomena atas lemahnya kesehatan para imam
sekarang ini. Tidak jarang kita mendengar berita bahwa salah seorang imam kita
masuk rumah sakit entah sakit ringan maupun berat. Memang, kitatidak
dapat memungkiri bahwa penyakit dapat menyerang siapapun, kapanpun, dan
dimanapun, termasuk para imam.
Para imam toh juga seorang manusia.Apabila
kita lihat secara mendalam, kehidupan para imam tidak jauh berbeda
dengan dinamika hidup umat pada umumnya. Para imam hidup dari umat.
Keberlangsungan hidupnya tergantung pada umat. Seperti yang kita ketahui
bahwa umat ingin memberikan yang terbaik bagi gembalanya misalnyadalam hal
makanan yang disajikan kepada para imam. Menu-menu yang tersaji adalah
menu-menu istimewa. Selain itu, perhatian umat terhadap kesehatan para
imam atau gembalanya pun begitu besar. Dalam paroki saya sekarang
ini (Paroki Pekalongan), ada kelompok ibu-ibu yang sungguh memperhatikan
kesehatan para imamnya, entah dengan mengontrol makanan, menyediakan
tenaga medis khusus bagi imam, dsb. Tetapi mengapa banyak imam kita yang sakit?
Saya
akan menjawabnya dengan mengelompokkannya dalam beberapa
point, sejauh pengenalan saya. Pertama, lemahnya pola hidup
sehat. Omong-omong soal kesehatan tidak pernah lepas dari si empunya tubuh itu
sendiri. Artinya, kesehatan menjadi tanggungjawab setiap pribadi. Setiap
pribadi mestinya memiliki pengertian, pemahaman yang lebih terhadap
tubuhnya sendiri. Kelemahan yang selama ini menjadi
gejala atau indikasi dari munculnya penyakit adalah pola
makan yang kurang seimbang dan gaya hidup. Penyakit satu orang imam tidak bisa
digeneralisir untuk semua penyakit yang diderita oleh imam yang lain. Karya
pelayanan para imam terkadang menguras waktu dan tenaga. Saking
sibuknya, seorang imam bisa sampai lupa makan, kurang istirahatdan kurang
berolahraga. Hal ini bisa menyurutkan daya tahan tubuh yang berperan sebagai
modal utama kesehatan tubuh. Oleh karena itu, lemahnya daya tahan
tubuh dapat disebabkan oleh perilaku yang salah terutama
pola makan yang tidak teratur, malas olah raga, gila dalam karya (terlalu
berlebihan dalam karya pelayanan sampai melalaikan kesehatan diri), dan
berbagai perilaku buruk lainnya.
Kedua, Kesibukan
para imam yang menguras daya tahan tubuhnya. Para imam disibukkan dengan
berbagai pekerjaan. Kesibukan dalam karya tanpa memperhatikan
jeda atau istirahat mampu melemahkan daya tahan tubuh seseorang.
Selain itu, daya tahan tubuh yang lemah juga dibarengi
dengan faktor-faktor internal yang lain seperti emosi yang
labil, mudah marah, mudah stres, dsb. Kedua hal tersebut sangat berpengaruh
bagi kesehatan seseorang, dalam hal ini imam.
MENGUBAH PARADIGMA TENTANG HIDUP SEHAT
Dalam kesempatan pertemuan
imam balita, Minggu, 31 Agustus 2008 yang lalu, dalam tema
“Revitalisasi Our Health, Becoming Doctor Ourselves”dilontarkan
pertanyaan, “Sehatkah Anda hari ini?” Ada beberapa point yang menjadi
gambaran ideal agar kesehatan tetap terjaga, antara
lain denganketerbebasan dari stres dan depresi, olah raga secara
teratur, membatasi makanan-makanan yang berlemak, istirahat yang cukup, serta
pengaturan berat badan dengan baik. Keteraturan dan kesetiaan dalam membangun
hidup sehat adalah kunci yang bisa kita pegang untuk tetap menjaga kesehatan
tubuh.
Persoalan
mengenai banyak imam kita yang sakit mengundang kita semua untuk berani
menentukan langkah, bukan semata-mata pencegahan tetapi mulai sedari
dini dengan membangun kebiasaan untuk hidup sehat.
Kebiasaan-kebiasaan membangun hidup sehat dapat dilihat dalam contoh
seperti ini: seorang imam memiliki waktu khusus untuk berolahraga, entah bulu
tangkis, tenis, jalan kaki, renang dll. Seorang imam meluangkan waktu untuk
istirahat secara teratur, mengkonsumsi makanan secara baik dan
teratur. Kita dapatbelajar juga dari sekumpulan ibu-ibu di
paroki saya yang rutin mengadakan senam pagi setelah misa. Mereka memiliki
mimpi tentang hidup sehat. Olahraga bukan sebagai pencegahan atas suatu penyakit,
tetapi sarana bantu atau jalanuntuk hidup sehat.
Oleh karena itu,
setiap orang hendaknya menjadi dokter bagi dirinya sendiri. Ia menjadi proaktif
dalam menjaga kesehatan tubuhnya sendiri. Seorang yang proaktif tidak menunggu
sakit untuk diobati. Akhirnya saya tidak ingin membuat kesimpulan atas berbagai sharing di atas.
Namun, suatu realita bahwa ada begitu banyak orang yang sakit, tidak hanya
imam, adalah ada pada soal penataan diri, pembangunan ritme hidup yang baik.
Walau bagaimanapun juga hidup sehat merupakan suatu pilihan…..!!!
Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita, ini berarti
bahwa setiap manusia Indonesia berhak mendapatkannya dan diharapkan untuk
selalu berkembang didalamnya,Pendidikan tidak akan ada habisnya,. Pendidikan
secara umum mempunyai arti suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri tiap
individu untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan. Sehingga menjadi
seorang yang terdidik itu sangat penting. Kita dididik menjadi orang yang
berguna baik bagi Negara, Nusa dan Bangsa. Pendidikan pertama kali yang kita
dapatkan di lingkungan keluarga (Pendidikan Informal), lingkungan sekolah (Pendidikan
Formal), dan lingkungan masyarakat (Pendidikan Nonformal). Pendidikan Informal
adalah pendidikan yang diperoleh seseorang dari pengalaman sehari-hari dengan
sadar atau tidak sadar, sejak seseorang lahir sampai mati. Proses pendidikan
ini berlangsung seumur hidup. Sehingga peranan keluarga itu sangat penting bagi
anak terutama orang tua. Orang tua mendidik anaknya dengan penuh kasih sayang. Kasih
sayang yang diberikan orang tua tidak ada habisnya dan terhitung nilainya. Orang
tua mengajarkan kepada kita hal-hal yang baik misalnya, bagaimana kita bersikap
sopan-santun terhadap orang lain,menghormati sesama,dan berbagi dengan mereka
yang kekurangan. Seorang manusia yang normal ,baik anak maupun orang dewasa
senantiasa membutuhkan sesuatu “
rasa dihargai â€Â. Rasa sayang
kepada anak perlu orang tua nyatakan. Anak harus mengetahui bahwa memang kita
disayangi. Seorang anak yang disayangi akan menyayangi keluarganya ,sehingga
anak akan merasakan bahwa anak dibutuhkan dalam keluarga. Dalam situasi yang
demikian anak akan merasa aman, dihargai, dan disayangi. Si anak tidak akan
merasa takut untuk menyatakan dirinya. Sebab merasa keluarga sebagai sumber
kekuatan yang membangunya.
Dengan demikian akan timbul suatu situasi yang saling membantu, saling menghargai, yang sangat mendukung perkembangan mental anak. Di dalam keluarga yang memberi kesempatan maksimum pertumbuhan, dan perkembangan adalah orang tua. Dalam lingkungan keluarga harga diri berkembang karena dihargai, diterima, dicintai, dan dihormati sebagai manusia . Itulah pentingnya mengapa kita menjadi orang yang terdidik di lingkungan keluarga. Orang tua mengajarkan kepada kita mulai sejak kecil untuk menghargai orang lain hal ini akan menimbulkan kenyamanan dan ketentraman hidup sehingga akan mempererat kerukunan hidup. Sedangkan di lingkungan sekolah yang menjadi pendidikan yang kedua atau juga disebut dengan Pendidikan formal. Pendidikan formal adalah pendidikan yang didapat seseorang dari umur 9-12 tahun, wajib bagi seseorang untuk mendapatkanya. Selain itu dapat melanjutkannya kejenjang yang lebih tinggi yaitu di SLTP dan SLTA,dan apabila orang tua mempunyai cukup uang maka dapat melanjutkannya ke Perguruan Tingi Menjadi seorang terdidik itu penting sekali. Alangkah pentingnya pendidikan di Indonesia. Peningkatan mutu pendidikan di Indonesia memang diperlukan untuk mencapai Indonesia baru. Mengenai mutu pendidikan di Indonesia khususnya tingkat keberhasilan seorang guru untuk mendidik anak didiknya. Guru sebagai media pendidik memberikan ilmunya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Sehingga tak luput dari peranan Guru. Peranan guru sebagai pendidik merupakan peranan yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan , serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak didik agar anak itu menjadi patuh terhadap norma hidup, dan aturan - aturan sekolah. Guru mengajarkan kepada anak didik supaya pintar dan berwawasan luas. Anak didik yang terdidik dituntut untuk tidak merugikan orang lain, harus menghargai, dan menghormati hak orang lain, anak dididik untuk menaati peraturan - peraturan, dan menyesuaikan diri dengan norma - norma tertentu. Sekolah sebagai lembaga formal yang diserahi tugas untuk mendidik. Peranan Sekolah sangat besar sebagai sarana tukar pikiran diantara peserta didik. Dan juga. Guru harus berupaya agar pelajaran yang diberikan selalu cukup untuk menarik minat anak, sebab tidak jarang anak menganggap pelajaran yang diberikan oleh Guru kepadanya tidak bermanfaat. Tugas Guru yang hanya semata - mata mengajar saat ini sudah keluar dari aturan - aturan itu. Guru harus mendidik yaitu harus membina para anak didik menjadi manusia dewasa yang bertangging jawab. Hanya dengan inilah maka semua aspek kepribadian anak bisa berkembang. Selain itu peranan lingkungan masyarakat juga penting bagi peserta didik. Ini juga disebut Pendidikan Nonformal. Pendidikan Non-formal adalah pendidikan di luar sekolah, yaitu pendidikan yang diperoleh seseorang secara teratur, terarah. Berhubung karena Pendidikan Non-formal lebih mudah disesuaikan dengan keadaan seseorang dan lingkungan maka pendidikan Non-formal lebih terhadap kehidupan masyarakat. Hal ini berarti memberikan gambaran tentang bagaimana kita hidup bermasyarakat. Dengan demikian apabila kita berinteraksi dengan mereka di lingkungan masyarakat maka mereka akan menilai kita, bahwa mereka akan tahu mana orang yang terdidik, mana orang yang tidak terdidik berarti kita dididik untuk bisa memahami, mengerti, serta menjadi orang yang peduli terhadap orang lain. Di zaman Era Globalisasi diharapkan generasi muda bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat Sehingga tidak terombang - ambing dalam kancah perkembangan zaman. Itulah pentingnya menjadi seorang yang terdidik baik di lingkungan Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat.
Dengan demikian akan timbul suatu situasi yang saling membantu, saling menghargai, yang sangat mendukung perkembangan mental anak. Di dalam keluarga yang memberi kesempatan maksimum pertumbuhan, dan perkembangan adalah orang tua. Dalam lingkungan keluarga harga diri berkembang karena dihargai, diterima, dicintai, dan dihormati sebagai manusia . Itulah pentingnya mengapa kita menjadi orang yang terdidik di lingkungan keluarga. Orang tua mengajarkan kepada kita mulai sejak kecil untuk menghargai orang lain hal ini akan menimbulkan kenyamanan dan ketentraman hidup sehingga akan mempererat kerukunan hidup. Sedangkan di lingkungan sekolah yang menjadi pendidikan yang kedua atau juga disebut dengan Pendidikan formal. Pendidikan formal adalah pendidikan yang didapat seseorang dari umur 9-12 tahun, wajib bagi seseorang untuk mendapatkanya. Selain itu dapat melanjutkannya kejenjang yang lebih tinggi yaitu di SLTP dan SLTA,dan apabila orang tua mempunyai cukup uang maka dapat melanjutkannya ke Perguruan Tingi Menjadi seorang terdidik itu penting sekali. Alangkah pentingnya pendidikan di Indonesia. Peningkatan mutu pendidikan di Indonesia memang diperlukan untuk mencapai Indonesia baru. Mengenai mutu pendidikan di Indonesia khususnya tingkat keberhasilan seorang guru untuk mendidik anak didiknya. Guru sebagai media pendidik memberikan ilmunya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Sehingga tak luput dari peranan Guru. Peranan guru sebagai pendidik merupakan peranan yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan , serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak didik agar anak itu menjadi patuh terhadap norma hidup, dan aturan - aturan sekolah. Guru mengajarkan kepada anak didik supaya pintar dan berwawasan luas. Anak didik yang terdidik dituntut untuk tidak merugikan orang lain, harus menghargai, dan menghormati hak orang lain, anak dididik untuk menaati peraturan - peraturan, dan menyesuaikan diri dengan norma - norma tertentu. Sekolah sebagai lembaga formal yang diserahi tugas untuk mendidik. Peranan Sekolah sangat besar sebagai sarana tukar pikiran diantara peserta didik. Dan juga. Guru harus berupaya agar pelajaran yang diberikan selalu cukup untuk menarik minat anak, sebab tidak jarang anak menganggap pelajaran yang diberikan oleh Guru kepadanya tidak bermanfaat. Tugas Guru yang hanya semata - mata mengajar saat ini sudah keluar dari aturan - aturan itu. Guru harus mendidik yaitu harus membina para anak didik menjadi manusia dewasa yang bertangging jawab. Hanya dengan inilah maka semua aspek kepribadian anak bisa berkembang. Selain itu peranan lingkungan masyarakat juga penting bagi peserta didik. Ini juga disebut Pendidikan Nonformal. Pendidikan Non-formal adalah pendidikan di luar sekolah, yaitu pendidikan yang diperoleh seseorang secara teratur, terarah. Berhubung karena Pendidikan Non-formal lebih mudah disesuaikan dengan keadaan seseorang dan lingkungan maka pendidikan Non-formal lebih terhadap kehidupan masyarakat. Hal ini berarti memberikan gambaran tentang bagaimana kita hidup bermasyarakat. Dengan demikian apabila kita berinteraksi dengan mereka di lingkungan masyarakat maka mereka akan menilai kita, bahwa mereka akan tahu mana orang yang terdidik, mana orang yang tidak terdidik berarti kita dididik untuk bisa memahami, mengerti, serta menjadi orang yang peduli terhadap orang lain. Di zaman Era Globalisasi diharapkan generasi muda bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat Sehingga tidak terombang - ambing dalam kancah perkembangan zaman. Itulah pentingnya menjadi seorang yang terdidik baik di lingkungan Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat.
KESENJANGAN ANTARA SI MISKIN DAN SI KAYA
Indonesia
merupakan sebuah Negara kepulauan yang terdiri dari beribu-ribu pulau besar dan
kecil dengan luas tabah kira-kira 2 juta km² dan jumlah penduduk yang ke empat
terpadat di dunia setelah China, India,dan Amerika. Fertilitas atau kelahiran
merupakan salah satu faktor penambah jumlah penduduk disamping migrasi,jumlah
kelahiran setiap tahun di Indonesia masih besar, jumlah bayi yang lahir setelah
tahun 2000 masih tetap banyak jumlahnya tiap-tiap tahun jumlah kelahiran bayi
di Indonesia mencapai sekitar 4,5 juta bayi. Angka kelahiran yang tinggi inilah
yang menyebabkan meledaknya jumlah penduduk di Indonesia. Jumlah penduduk yang
banyak ini tentunya menimbulkan banyak masalah, antara lain kemiskinan, masalah
pendidikan, dan lain-lain. Hal-hal yang seperti itulah, yang memicu timbulnya
kesenjangan sosial di dalam kehidupan masyarakat. Kesenjangan ini dipicu oleh
adanya kemiskinan yang merajalela dan kurangnya lapangan kerja. Kesenjangan
sosial adalah suatu keadaan ketidakseimbangan sosial yang ada dalam masyarakat
yang menjadikan suatu perbedaan yang sangat mencolok. Fenomena ini terjadi di
hampir semua Negara di dunia termasuk Indonesia.
Kesenjangan sosial di Indonesia sangatlah
terlihat, antara si kaya dan si miskin, maupun antara pejabat dan rakyat. Adapun
yang menjadi faktor yang menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial ini di
antaranya adalah kemisikinan dan kurangnya lapangan pekerjan. Kemiskinan adalah
keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti
makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan
merupakan penyebab utama terjadinya kesenjangan sosial di masyarakat. Banyak
orang menganggap bahwa kemiskinan adalah suatu suratan takdir atau mereka
mereka miskin karena malas, tidak kreatif, dan tidak punya etos kerja.
Kemiskinan telah memberikan dampak yang luas terhadap kehidupan, bukan hanya
kehidupan pribadi mereka yang miskin, tetapi juga bagi orang-orang yang tidak
tergolong miskin. Kemiskinan bukan hanya menjadi beban pribadi, tetapi juga menjadi
beban dan tanggungjawab masyarakat, negara dan dunia untuk menanggulanginya.
Meningkatnya jumlah penduduk yang tidak
dibarengi dengan tersedianya lapangan kerja yang memadai, mengakibatkan jumlah
pengangguran semakin banyak. Hal ini disebabkan karena kurangnya lapangan
pekerjaan. Lapangan pekerjaan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam
perekonomian masyarakat, sedangkan perekonomian menjadi faktor terjadinya
kesenjangan sosial. Salah satu karakteristik tenaga kerja di Indonesia adalah
laju pertumbuhan tenaga kerja lebih tinggi ketimbang laju pertumbuhan lapangan
kerja. Berbeda dengan negara-negara di Eropa dan Amerika, dimana lapangan
pekerjaan masih berlebih. Faktor-faktor penyebab pengangguran di Indonesia:
A. Kurangnya sumber daya manusia pencipta lapangan
kerja
B. Kelebihan penduduk/pencari kerja
C. Kurangnya jalinan komunikasi antara si pencari
kerja dengan pengusaha
D. Kurangnya pendidikan untuk pewirausaha
Kesenjangan sosial akan semakin memprihatinkan bila tidak ditangani dengan
segera.
Adapun masalah yang akan ditimbulkan akibat adanya
kesenjangan sosial:
A.
Melemahnya wirausaha Kesenjangan sosial menjadi penghancur
minat ingin memulai usaha, penghancur keinginan untuk terus mempertahankan
usaha, bahkan penghancur semangat untuk mengembangkan usaha untuk lebih maju.
Hali ini dikarenakan seorang wirausaha selalu di anggap remeh.
B.
Terjadi kriminalitas Banyak rakyat miskin yang terpaksa
menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang, seperti mencopet, mencuri,
judi, dll.
Upaya-upaya yang harus dilakukan pemerintah
untuk pemecahan masalah kesenjangan sosial yang terjadi di Indonesia:
A.
Menomorsatukan pendidikan
B.
Menciptakan lapangan kerja dan meminimalis Kemiskinan
C.
Meminimalisir KKN dan memberantas korupsi.
D. Meningkatkan sistem keadilan di Indonesia serta
melakukan pengawasan yang ketat terhadap mafia hukum.
Kesenjangan sosial terjadi karena banyaknya
rakyat miskin dan pengangguran di Indonesia. Sebenarnya Indonesia mampu menjadi
negara yang maju dan menjadi negara yang mampu menyejahterakan masyarakatnya.
Karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat kaya dan melimpah tetapi
mengapa masih terjadi kesenjangan sosial yang sangat mencolok. Ini menjadi
pertanyaan besar yang perlu adanya jawaban dan titik terang. Hal ini merupakan
tugas bagi pemerintah untuk bisa lebih menyejahterakan masyarakat serta
meminimalisir kesenjangan sosial.
Langganan:
Postingan (Atom)




Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances