Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Ayahku

Ayahku bernama Syaiful Anam. Dia berumur 45 tahun. ayahku sangat tampan dan gagah. Dia memiliki badan yang tegap dan dada yang lebar. Tinggi ayahku sekitar 170 cm dan beratnya sekitar 60 kg. Ayahku meiliki hidung yang mancung tidak seperti hidungku yang pesek. Rambutnya berwarna hitam pendek dan matanya yang besar berwarna hitam. Dia memiliki warna kulit yang putih dan alis yang tebal. Meskipun kelihatannya mengerikan, ayahku sangat ramah. Dia senang membuat oarng lain tertawa dengan lelucon-leluconnya.

Ayahku adalah seorang yang sangat hebat. Dia bisa menjadi ayah dan sekaligus teman atau sahabat bagi anak-anaknya. Tidak seperti ayah yang lain, ayahku selalu terbuka terhadap anak-anaknya. Dia sangat mengerti keadaan dan kebutuhan anak-anaknya. Ayahku adalah seorang pekerja keras. Dia bekerja sebagai guru matematika di sekolah. Sebagi guru matematika, dia sangat disukai oleh anak muridnya. Kepribadiannya yang ramah, membuat dia menjadi guru favorite bagi para siswa dan teman-temannya. Meskipun ayahku adalah guru matematika, aku tetap tidak menyukai matematika. Aku lebih menyukai bahasa inggris daripada matematika.


I admire my grandfather very much. He is dead now, but I have good memories of him. His name was Rahim. He was my mother's father. I remember him very well for his good actions with other people. I love him so much for the love he gave and for his example. 
When he was alive, he worked hard every day. He was an electrician and carpenter. He was dedicated in all his work and life. I remember him because we talked every day about different topics, and he taught me many different things to my life. He was very intelligent. He liked to read books every day. He was very organized in his things. He worked at the church for a long time. He became a good leader in church. Many people love him for the love he brought to everyone. 
His life was not always good, but he tried to do better every day and every moment. He was smart, friendly, a great leader, and he had many more talents that I admired in him. I admire him for his love and example. When I remember him, I feel sad, because he is not with me now to help me and give me advice. I am very grateful to my Heavenly Father because he let him be my grandfather. I am trying to follow all his examples. I love him with all my heart, and I will remember him for his love to everyone.